Antusias TK Aisyiyah Bustanul Athfal 85 Semarakan KICAU
27-04-2025
Penulis: Edunexa

Tangerang Selatan, Kemendikdasmen - Dalam upaya mengoptimalkan pemanfaatan hasil Karya Cipta Lagu Pembelajaran Anak Usia Dini (KICAU) tahun 2024 di Satuan Pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (Direktorat Guru PAUD dan PNF), Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, serta Pendidikan Guru menyelenggarakan kegiatan Harmoni Lagu Pembelajaran Anak Usia Dini bagi Guru PAUD tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperkuat kompetensi guru PAUD dalam memanfaatkan lagu sebagai media pembelajaran yang efektif dan menyenangkan.
“Kami tentunya sangat bahagia menjadi salah satu sekolah yang terpilih untuk menyosialisasikan harmoni lagu KICAU dan saya rasa ini adalah tindak lanjut dari yang sebelumnya,” ungkap Irma Yuliastuti selaku Kepala Sekolah TK Aisyiyah Bustanul Athfal 85, pada Senin (28/4).
Lebih lanjut, Guru Kelas TK A, Fazriana, juga menuturkan kesannya. “Saya dan anak-anak sangat berkesan. Lagu-lagu KICAU menambah wawasan anak dalam bernyanyi dan belajar,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya pengulangan lagu sebagai cara efektif untuk melestarikan lagu anak-anak.
Dalam melestarikan lagu anak berkualitas, menurut Irma Yuliasti, diperlukan keterlibatan banyak pihak. “Sekolah tidak hanya satu-satunya. Saya pikir orang tua itu adalah komponen terpenting, karena anak-anak banyak waktu di rumah, dan diharapkan orang tua bisa memberikan fasilitas, mengenalkan, membiasakan anak-anak untuk menyanyikan lagu-lagu yang memang sesuai dengan usianya,” tuturnya.
“Dan semoga acara seperti ini terus dilanjutkan, termasuk lomba menciptakan lagu anak yang bisa memotivasi guru PAUD se-Indonesia untuk berkreasi,” imbuh Irma.
Lagu pembelajaran anak usia dini merupakan salah satu media pembelajaran yang sangat efektif dan menyenangkan untuk anak-anak. Melalui lagu, anak-anak dapat belajar berbagai aspek, mulai dari bahasa, kognitif, motorik, hingga sosial emosional seperti pada lagu “Buah Mangga” yang sederhana liriknya tetapi kaya akan makna serta mudah dipahami.
Keseruan acara ini juga dirasakan oleh para murid. Aruna dan Syahla, dua siswi TK Aisyiyah Bustanul Athfal 85, mengaku senang setelah menyanyikan lagu Buah Mangga. “Senang,” jawab mereka kompak. Mereka juga menyebutkan bahwa lagu tersebut mudah dihafal dan mereka sudah berlatih setiap hari secara bersama-sama di sekolah.
Melalui kegiatan Harmoni Lagu Pembelajaran Anak Usia Dini, diharapkan lebih banyak lagu-lagu khusus anak-anak seperti hasil KICAU yang dapat lebih luas disosialisasikan dan dimanfaatkan sebagai media edukatif yang sesuai dengan perkembangan anak, sehingga mendukung tumbuh kembang optimal anak Indonesia secara akademik, sosial, dan emosional.*** (Penulis: Luthfiyyah Rahmadiena/Editor: Denty A.)
Bagikan Berita
Baca Berita Lainnya

Berita Nasional
Kemendikdasmen Kirim 6 Siswa Terbaik dalam Ajang International Mathematical Olympiad 2025
21-10-2026
Bandung, Kemendikdasmen — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), mengirimkan enam siswa terbaik Indonesia untuk berkompetisi di ajang...

Berita Nasional
Buku Bergambar Tumbuhkan Minat Literasi Anak Berkebutuhan Khusus di TK IT Mekar Insani
16-10-2026
Yogyakarta, Kemendikdasmen - Buku bergambar dan kegiatan mendongeng menjadi pintu masuk untuk menumbuhkan minat literasi anak berkebutuhan khusus (ABK) di TK IT Mekar Insani. Melalui pendampingan guru...

Berita Nasional
Science Film Festival Kenalkan AI kepada Pelajar, Dorong Pemanfaatan Teknologi secara Bijak
06-10-2026
Jakarta, 7 Oktober 2026 – Kementerian Pendidikan dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong pelajar untuk mengenal kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) serta memanfaatkannya secara bij...

Berita Nasional
Ketika STEM Mengubah Rasa Takut Murid Menjadi Belajar untuk Siap Siaga Bencana
05-10-2026
Bone Bolango, Gorontalo, Kemendikdasmen - Bagi murid SNT 6 Bone Bolango, belajar tentang gempa dan cuaca ekstrem tidak lagi berhenti pada catatan di buku pelajaran. Mereka diajak keluar dari rutinitas...
