Kemendikdasmen dan CoE Perkuat Edukasi Gizi dan Program MBG untuk Pola Makan Sehat Siswa
22-11-2025
Penulis: Edunexa

akarta, 21 November 2025 - Dalam rangka memperkuat implementasi edukasi gizi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Centre of Excellence (CoE) Pemenuhan Pangan dan Gizi yang terdiri dari Bappenas, Badan Gizi Nasional (BGN), UNICEF, IPB University, Kementerian Kesehatan, Kementerian Agama, serta mitra lainnya meluncurkan enam dokumen resmi yang menjadi acuan pelaksanaan MBG dan serta integrasi edukasi gizi di lingkungan sekolah pada 21 November 2025 di Jakarta. Peluncuran ini juga menampilkan praktik baik Champion Edukasi Gizi serta pengalaman dan harapan siswa mendapatkan MBG.
Peluncuran enam dokumen edukasi gizi dan MBG tersebut menegaskan peran strategis Centre of Excellence (CoE) Pemenuhan Pangan dan Gizi sebagai pusat unggulan nasional yang mendukung implementasi Program Makan Bergizi Gratis. Koordinator CoE PPG Nasional IPB University, Prof. Dr. Ir. Drajat Martianto, M.Si, menjelaskan bahwa CoE dibentuk untuk memperkuat empat fungsi utama dalam pelaksanaan MBG. “CoE mempunyai empat fungsi, yaitu peningkatan kapasitas, kedua melakukan riset dan inovasi, ketiga melakukan manajemen pengetahuan dengan aktivitas melakukan dokumentasi dan pencatatan perjalanan MBG, mencatat praktik baik dan pembelajaran, keempat melakukan formulasi integrasi sistem pangan, gizi, kesehatan dan pendidikan,” jelasnya.
Menurut Drajat, penyusunan dokumen ini dilakukan secara kolaboratif karena MBG merupakan program lintas sektor yang melibatkan pendidikan, gizi, pangan, pembiayaan, hingga keamanan pangan. “Keterlibatan banyak kementerian dan lembaga penting untuk memastikan kebijakan sejalan, memperkuat ownership nasional, memudahkan implementasi di daerah, dan membuat dokumen dapat diadopsi secara resmi oleh semua jalur sekolah,” ungkapnya.
Drajat menjelaskan bahwa dokumen-dokumen tersebut disusun untuk menjawab masalah gizi paling mendesak pada anak usia sekolah. “Masalah yang paling mendesak meliputi kurangnya asupan zat gizi penting seperti protein, zat besi, zinc, dan kalsium; anemia pada remaja putri; pola makan tidak sehat yang tinggi gula, garam, dan lemak; serta triple burden gizi yang masih terjadi bersamaan,” tuturnya. Ia menegaskan bahwa sekolah merupakan tempat terbaik untuk edukasi gizi karena memiliki struktur pembiasaan yang kuat dan memungkinkan praktik nyata melalui kegiatan makan bersama MBG.
Salah satu praktik baik edukasi gizi ditunjukkan oleh SMPN 4 Kota Sorong melalui upaya memperbaiki kebiasaan konsumsi pangan di sekolah. Aisyah Aliah, siswa SMPN 4 Sorong, mengatakan bahwa sebelumnya mereka kesulitan menghindari jajanan kurang sehat, namun kondisi berubah. “Kita belum ada MBG, kami pusing untuk menghindari jajanan yang kurang bergizi, tapi dengan adanya MBG kami mendapatkan makanan bergizi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dinas Pendidikan Kota Sorong, Ihdora Aru, menjelaskan bahwa program ini meningkatkan semangat belajar siswa. “Anak-anak sekarang datang dengan semangat. Mereka menunggu jam makan MBG dengan gembira, dan sejauh ini semua sehat. Tempat penyediaannya juga aman,” katanya.
Kegiatan peluncuran modul edukasi gizi juga dihadiri oleh siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA yang menyampaikan kesan-kesan penerapan edukasi gizi di sekolahnya. Muhammad Adrian Anwar, murid SDN Cikini 01 Pagi, menjelaskan bahwa sekolahnya rutin menerapkan kegiatan membawa bekal sehat dan makan bersama, sehingga siswa terbiasa mencoba beragam sayur dan lauk bergizi. “Edukasi gizi di sekolah seru dan menyenangkan karena setiap hari Kamis membawa bekal sehat seperti sayur, ikan, buah, dan susu,” tuturnya.
Sementara itu, Keiko dari SMPN 1 Kota Bogor menuturkan bahwa edukasi gizi memberinya pemahaman baru tentang pentingnya keseimbangan makanan sehari-hari. “Setelah adanya edukasi gizi, aku sadar kalau makanan sehat itu tidak sekadar bergizi, tetapi juga harus seimbang,” ujarnya. Ia juga mulai membiasakan pola hidup yang lebih teratur, seperti tidak melewatkan sarapan, memperbanyak minum air putih, tidur cukup, dan berolahraga.
Keiko juga menyampaikan keinginannya untuk berkontribusi lebih luas dengan membagikan pengetahuan yang ia terima kepada teman sebaya. “Aku ingin membantu mengampanyekan hidup sehat lewat gerakan Aku Sehat, Supportive, dan Berdaya Unggul (GASBU),” ujarnya.
Pengalaman penerapan edukasi gizi juga disampaikan oleh Ulima Asri dari SMAN 6 Kota Tangerang Selatan. Ia menjelaskan bahwa edukasi gizi di sekolahnya selama ini diberikan melalui kegiatan UKS, PMR, dan PIK-R. “Teman-teman PMR dan PIK-R memberikan kami edukasi terkait pola makan yang sehat, keseimbangan hidup yang sehat, serta melakukan mitigasi terkait anemia dengan pemberian tablet tambah darah,” ujar Ulima. Ia menambahkan bahwa sekolah juga mendukung penerapan edukasi gizi melalui pembiasaan membawa bekal sehat dari rumah.
Ulima berharap peluncuran modul edukasi gizi dapat membuka akses informasi yang lebih merata bagi seluruh peserta didik. “Harapan aku dengan terciptanya modul ini, teman-teman di seluruh Indonesia dapat mengakses terkait edukasi gizi itu sendiri. Karena kita jadi paham betul apa yang masuk ke dalam tubuh kita,” tuturnya. Sebagai Duta SMA Puteri Provinsi Banten, ia juga ingin berperan aktif mendukung penyebarluasan informasi gizi kepada pelajar lain.
Melalui acuan yang terstandar serta praktik baik yang terus berkembang, Kemendikdasmen dan CoE mendorong agar Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya memberikan pangan bergizi, tetapi juga membangun pemahaman dan kebiasaan makan sehat bagi seluruh peserta didik. Dengan kolaborasi lintas kementerian, dukungan sekolah, serta partisipasi aktif para siswa, upaya ini diharapkan mempercepat terwujudnya generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing. (Penulis: Ikke || Penyunting :Uly, Denty)
Bagikan Berita
Baca Berita Lainnya

Berita Nasional
Kemendikdasmen Kirim 6 Siswa Terbaik dalam Ajang International Mathematical Olympiad 2025
21-10-2026
Bandung, Kemendikdasmen — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), mengirimkan enam siswa terbaik Indonesia untuk berkompetisi di ajang...

Berita Nasional
Buku Bergambar Tumbuhkan Minat Literasi Anak Berkebutuhan Khusus di TK IT Mekar Insani
16-10-2026
Yogyakarta, Kemendikdasmen - Buku bergambar dan kegiatan mendongeng menjadi pintu masuk untuk menumbuhkan minat literasi anak berkebutuhan khusus (ABK) di TK IT Mekar Insani. Melalui pendampingan guru...

Berita Nasional
Science Film Festival Kenalkan AI kepada Pelajar, Dorong Pemanfaatan Teknologi secara Bijak
06-10-2026
Jakarta, 7 Oktober 2026 – Kementerian Pendidikan dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong pelajar untuk mengenal kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) serta memanfaatkannya secara bij...

Berita Nasional
Ketika STEM Mengubah Rasa Takut Murid Menjadi Belajar untuk Siap Siaga Bencana
05-10-2026
Bone Bolango, Gorontalo, Kemendikdasmen - Bagi murid SNT 6 Bone Bolango, belajar tentang gempa dan cuaca ekstrem tidak lagi berhenti pada catatan di buku pelajaran. Mereka diajak keluar dari rutinitas...
