Edunexa
Berita Nasional

Kemendikdasmen Perkuat Implementasi PAUD HI melalui Pelatihan Master of Trainers

14-03-2026

Penulis: Edunexa

Kemendikdasmen Perkuat Implementasi PAUD HI melalui Pelatihan Master of Trainers

Jakarta,  Kemendikdasmen – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui  Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Food and Nutrition (SEAMEO RECFON), Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Early Chilhood Care Education and Parenting (SEAMEO CECCEP), dan Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menyelenggarakan Pelatihan Master of Trainers (MoT) Program “Anakku Sehat dan Cerdas: Penerapan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) melalui Sesi Parenting” pada 9–13 Maret 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat implementasi PAUD HI sekaligus mendukung percepatan penanggulangan stunting melalui peningkatan kapasitas pemangku kepentingan di daerah. Pelatihan ini diikuti oleh 353 peserta dari 13 provinsi dan 17 kabupaten/kota, yang terdiri atas unsur pemerintah daerah, akademisi, serta organisasi profesi pendidikan anak usia dini.

Plh. Deputi Direktur Administrasi SEAMEO RECFON, Zainun Misbah, menegaskan bahwa periode usia dini merupakan fase krusial dalam menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. “Periode usia dini adalah fase emas yang menentukan arah perkembangan anak. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang terintegrasi antara aspek gizi, kesehatan, pengasuhan, dan pendidikan untuk memastikan tumbuh kembang anak berlangsung secara optimal,” ujarnya.


Senada dengan hal tersebut, Direktur PAUD Kemendikdasmen, Nia Nurhasanah, menyampaikan bahwa penguatan PAUD HI merupakan bagian penting dalam investasi pembangunan manusia. “Pengembangan anak usia dini melalui pendekatan PAUD HI merupakan komitmen bersama untuk memastikan anak-anak Indonesia memperoleh layanan yang holistik, mulai dari pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, hingga perlindungan,” ungkapnya.

Koordinator Program “Anakku Sehat dan Cerdas” SEAMEO RECFON, Umi Fahmida, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memperkuat praktik pengasuhan dan pemenuhan kebutuhan dasar anak melalui pendekatan yang terintegrasi. “Program ‘Anakku Sehat dan Cerdas’ menggabungkan aspek gizi, kesehatan, pengasuhan, dan pendidikan dalam satu kesatuan intervensi yang dapat diterapkan di satuan PAUD melalui kegiatan parenting,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan SEAMEO CECCEP, Widodo Suhartoyo, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam implementasi PAUD HI. “Pemenuhan hak anak tidak dapat dilakukan secara parsial. Sinergi antara keluarga, satuan pendidikan, dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak secara menyeluruh,” ujarnya.

Dari unsur pemerintah daerah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Brebes, Tety Yuliana, juga menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan perspektif yang lebih komprehensif dalam mengintegrasikan layanan PAUD di tingkat daerah. “Pendekatan PAUD HI membantu kami melihat pentingnya sinergi lintas sektor dalam memastikan pemenuhan kebutuhan anak secara menyeluruh, mulai dari aspek pendidikan, kesehatan, hingga pengasuhan,” ujarnya.

Tety menambahkan bahwa materi pelatihan dapat langsung diadaptasi dalam perencanaan program di daerah. “Pelatihan ini memberikan gambaran konkret mengenai bagaimana program ‘Anakku Sehat dan Cerdas’ dapat diimplementasikan di daerah dengan menyesuaikan potensi dan kebutuhan lokal,” tambahnya.

Melalui pelatihan ini, peserta memperoleh penguatan kapasitas terkait konsep PAUD HI, pengasuhan responsif, pertumbuhan dan perkembangan anak, serta pemenuhan gizi seimbang berbasis pangan lokal. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai indikator PAUD HI terbaru serta strategi implementasi, monitoring, dan evaluasi program di tingkat daerah.

Sebagai tindak lanjut, para peserta menyusun rencana aksi untuk mengimplementasikan Program “Anakku Sehat dan Cerdas” di wilayah masing-masing. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor sekaligus mendorong keberlanjutan program pengembangan anak usia dini secara holistik. (Penulis: Tim SEAMEO RECFON||Editor: Ririn)

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Bagikan Berita

Baca Berita Lainnya