Edunexa
Berita Nasional

Membangun Ekosistem Pendidikan di Era Teknologi Perlu Libatkan Guru, Kreator, dan Orang Tua Kategori Berita Penulis Penulis BKHM Diterbitkan pada : 9 Mei, 2025 Total Dilihat 1210 kali dilihat Editor Denty Anugrahmawaty Bagikan

08-05-2025

Penulis: Edunexa

Membangun Ekosistem Pendidikan di Era Teknologi Perlu Libatkan Guru, Kreator, dan Orang Tua Kategori Berita Penulis Penulis BKHM Diterbitkan pada : 9 Mei, 2025 Total Dilihat 1210 kali dilihat Editor Denty Anugrahmawaty Bagikan

Jakarta, Kemendikdasmen – Gedung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menjadi panggung bertemunya berbagai ide inspiratif dalam membangun dunia pendidikan. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (7/5) lalu, menghadirkan guru, kreator edukasi, dan orang tua untuk bertukar pikiran mengenai cara menciptakan ekosistem pendidikan yang bermutu dan aman di era digital, menyoroti potensi penggunaan platform seperti YouTube dan alat-alat Google, serta tantangan yang perlu diatasi.

Diskusi ini menghadirkan narasumber kompeten di bidangnya masing-masing. Mereka adalah Nucha Bachri, seorang ibu dengan dua anak dan juga co-founder dari Parenthub.id, sebuah platform parenting untuk orang tua muda. Hadir pula Ketut Yoga Yudistira, co-founder dari Kosa, platform edukasi yang berupaya menyajikan konten pendidikan yang menarik dan mudah dipahami. 

Selanjutnya, hadir pula Elda, seorang guru pengguna aktif alat-alat Google untuk pendidikan dari sekolah kandidat guru rujukan Google, yang membagikan pengalamannya. Maudy Ayunda, yang dikenal luas atas karya-karya kreatifnya, turut hadir sebagai sosok yang memiliki perhatian besar terhadap pendidikan, baik formal maupun informal, serta memiliki platform YouTube yang cukup fokus pada literasi dan pendidikan. Terakhir, Kelik Yan Pradana atau lebih sering dikenal Mr. Klik, seorang kepala sekolah dan guru yang aktif mengembangkan konten pembelajaran IPA di YouTube, juga memberikan perspektifnya.

Ketut Yoga Yudistira menjelaskan bahwa semakin ke depan, anak-anak akan terus bertanya. Evolusi cara belajar siswa Indonesia ikut menyesuaikan seiring dengan perkembangan teknologi. Salah satu metodenya adalah melalui Google dan platform seperti YouTube

Oleh karena itu, Ketut menilai penting untuk menyediakan banyak "pintu masuk" belajar yang menarik, seperti konten Kosa di YouTube. “Dengan begitu, rasa ingin tahu mereka akan terus berkembang dan mendorong mereka untuk mencari jawaban dari berbagai sumber,” jelasnya.

Sementara itu, Maudy Ayunda turut berbagi pengalamannya baik sebagai seorang pelajar di masa lalu yang terbantu oleh YouTube saat menempuh pendidikan ganda dan bekerja, maupun sebagai seorang content creator di bidang pendidikan saat ini. 

Ia melihat bahwa YouTube menjadi pelengkap penting dalam pembelajaran, bahkan konten di luar sekolah kini relevan dan dapat dimanfaatkan di dalam kelas. "Sekarang pendidikan lebih seamless. Tidak hanya dalam kelas, tidak hanya luar kelas, tapi luar dalam kelas. Anak-anak bisa mendapatkan sumber dari berbagai tempat. And that’s really powerful," ungkap Maudy.

Terkait perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan, Mr. Klik meyakini bahwa siswa saat ini memiliki daya tangkap yang sangat cepat, bahkan seringkali melampaui guru. "Ini adalah suatu perubahan besar dalam cara kita melihat pendidikan. Hal ini memerlukan perubahan dalam pola pikir kita, bahwa guru tidak harus tahu segalanya. Anak-anak bahkan lebih cepat memahami sesuatu, dan justru kita sebagai guru yang harus belajar dari mereka," tegasnya. Ia mencontohkan efektivitas YouTube sebagai sumber belajar yang fleksibel dan menarik, meskipun juga mengingatkan akan potensi distraksi dari platform lain.

Beralih ke pengalaman praktis di lapangan serta pemanfaatan teknologi seperti Google Classroom dalam proses belajar-mengajar. Ibu Elda menceritakan bagaimana sekolahnya di pinggir kota mulai mengintegrasikan teknologi sejak menerima bantuan Chromebook pada tahun 2022. 

"Melalui Google Classroom, kami bisa memberikan materi berupa video, gambar, dan tautan yang mudah diakses oleh siswa. Setiap tugas atau ujian bisa diselesaikan melalui Google Form, sehingga kami tidak perlu lagi mencetak soal ujian. Bahkan, ujian akhir semester kami rancang melalui Google Sites. Ini sangat menghemat waktu dan tenaga, serta mengurangi penggunaan kertas," jelasnya. 

Ia juga merasakan dampak positif dalam hal efisiensi pemberian materi, umpan balik kepada siswa, serta peningkatan keterlibatan siswa karena proses belajar menjadi lebih menarik.

Selanjutnya, Nuca Bachri seorang ibu yang memiliki anak-anak yang tumbuh di era digital, berbagi tantangan dan strateginya dalam mengontrol penggunaan teknologi oleh anak-anaknya. Ia memanfaatkan Google Family Link untuk memantau dan membatasi akses mereka terhadap perangkat dan aplikasi. 

"Misalnya, saya mengatur waktu maksimal mereka menonton YouTube, yang hanya 1 jam per hari, dan setelah itu mereka harus berhenti dan melakukan aktivitas lain," katanya. Meski demikian, ia menyadari pentingnya mendampingi anak-anak dan mengajarkan mereka untuk memilah konten yang baik serta berdiskusi setelah menonton video untuk memastikan pemahaman yang benar.

Maudy Ayunda kembali memberikan perspektifnya sebagai seorang pelajar yang merasakan langsung dampak teknologi dalam pendidikan. Ia merasa lebih merdeka dalam belajar karena dapat memilih cara belajar yang sesuai dengan dirinya melalui berbagai sumber daring seperti video dan artikel. Ia berharap ke depannya guru dapat lebih fokus pada pendampingan siswa dengan bantuan teknologi yang meringankan tugas administratif.

Menutup sesi diskusi, Mr. Klik dan Elda memberikan harapannya terkait masa depan teknologi dalam pendidikan di Indonesia. Keduanya sepakat mengenai pentingnya pelatihan dan pengembangan guru dalam memanfaatkan teknologi secara maksimal serta perlunya pemerataan akses teknologi di berbagai sekolah. Namun, mereka juga menekankan pentingnya mengintegrasikan teknologi dengan metode pembelajaran yang sudah ada agar interaksi berkualitas antara siswa dan guru tetap terjaga.

Diskusi ini memberikan wawasan yang berharga mengenai potensi dan tantangan teknologi dalam dunia pendidikan. Sinergi antara inovasi platform digital, pemanfaatan alat-alat pendidikan berbasis teknologi, serta peran aktif guru dan orang tua diharapkan dapat memberdayakan pembelajaran yang lebih efektif dan relevan bagi generasi muda Indonesia. (Penulis: Nyayu.T/Editor: Denty A.)

Bagikan Berita

Baca Berita Lainnya