Mendikdasmen Soroti Pentingnya Literasi sebagai Bekal Peradaban Bangsa
14-09-2025
Penulis: Edunexa

Jakarta, Kemendikdasmen – Jagat Literasi hadir sebagai ruang perjumpaan gagasan dan refleksi dalam memperkuat budaya literasi bangsa. Mengusung tema “Menelusuri Semua Sisi, Jernih Memaknai”, forum ini diselenggarakan oleh Kompas.com sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ke-30, dan ditayangkan langsung melalui kanal YouTube Kompas.com dari Studio 2, Menara Kompas, Jakarta.
Dalam acara tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menjadi pembicara kunci yang menekankan bahwa literasi adalah bekal peradaban bangsa. Menurutnya, literasi tidak berhenti pada keterampilan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan menafsirkan gagasan, berpikir kritis, serta membaca realitas di tengah derasnya arus teknologi dan disinformasi. “Literasi bukan sekadar membaca aksara, tetapi juga membaca pemikiran, menelaah secara kritis, dan berani menyumbangkan gagasan yang mampu membawa perubahan,” ujarnya.
Ia menegaskan, perkembangan teknologi saat ini membuat batas antara fakta dan hoaks kian kabur. Karena itu, generasi muda perlu dibekali pendidikan literasi sejak dini agar tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu menghargai karya orang lain serta berani melahirkan pemikiran baru. “Generasi literat adalah generasi yang cerdas, beradab, dan siap menghadapi tantangan global,” tambahnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Stephanie Riyadi, penasihat ahli Kemendikdasmen sekaligus Executive Director Pelita Harapan Group, turut memberikan pandangannya tentang pentingnya literasi dan pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) sebagai literasi abad ke-21. Ia menyoroti rendahnya capaian Indonesia dalam hasil PISA 2022, yang menjadi alarm penting untuk mendorong reformasi pendidikan STEM.
“Pendidikan STEM bukan sekadar soal rumus, robot, atau laboratorium, tetapi pola pikir yang mengajarkan keberanian bertanya, mencari solusi, dan berkolaborasi sebelum berkompetisi. Jika kita bersatu membangun ekosistem ini, kita sedang mempersiapkan generasi muda yang bukan hanya siap bersaing, tetapi juga siap memimpin dunia,” ujarnya.
Stephanie juga mengapresiasi peran Kompas.com sebagai media yang selama tiga dekade konsisten menyalakan cahaya literasi. Melalui kemitraan strategis, ia berharap dunia pendidikan, industri, pemerintah, media, dan masyarakat dapat saling bersinergi dalam membangun ekosistem literasi dan STEM yang kokoh.
Perayaan HUT ke-30 Kompas.com ini pun menjadi momen refleksi, bukan hanya bagi perjalanan media daring tersebut, tetapi juga bagi upaya bersama menyiapkan masa depan bangsa yang literat, cerdas, dan berdaya saing global. *** (Penulis: Nabila, Avina/Editor: Denty A., Seno H/Fotografer: Ikram)
Bagikan Berita
Baca Berita Lainnya

Berita Nasional
Kemendikdasmen Kirim 6 Siswa Terbaik dalam Ajang International Mathematical Olympiad 2025
21-10-2026
Bandung, Kemendikdasmen — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), mengirimkan enam siswa terbaik Indonesia untuk berkompetisi di ajang...

Berita Nasional
Buku Bergambar Tumbuhkan Minat Literasi Anak Berkebutuhan Khusus di TK IT Mekar Insani
16-10-2026
Yogyakarta, Kemendikdasmen - Buku bergambar dan kegiatan mendongeng menjadi pintu masuk untuk menumbuhkan minat literasi anak berkebutuhan khusus (ABK) di TK IT Mekar Insani. Melalui pendampingan guru...

Berita Nasional
Science Film Festival Kenalkan AI kepada Pelajar, Dorong Pemanfaatan Teknologi secara Bijak
06-10-2026
Jakarta, 7 Oktober 2026 – Kementerian Pendidikan dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong pelajar untuk mengenal kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) serta memanfaatkannya secara bij...

Berita Nasional
Ketika STEM Mengubah Rasa Takut Murid Menjadi Belajar untuk Siap Siaga Bencana
05-10-2026
Bone Bolango, Gorontalo, Kemendikdasmen - Bagi murid SNT 6 Bone Bolango, belajar tentang gempa dan cuaca ekstrem tidak lagi berhenti pada catatan di buku pelajaran. Mereka diajak keluar dari rutinitas...
